Selasa, 15 Juni 2010

Empat Pemuda Pergoki Pasangan Selingkuh


ImageDipaksa Bugil, Dicabuli, Direkam dan Diperas

KOLAKA
- Empat pemuda, dua diantaranya siswa SMU di Kecamatan Pomalaa digelandang aparat kepolisian sektor setempat. Zainal Abidin, Zulkarnain, Kaharuddin ditangkap polisi setelah diduga kuat menjadi pelaku pencabulan dan pemerasan terhadap W (43) karyawan sebuah perusahaan BUMN di Pomalaa dan F (38) yang berpofesi sebagai seorang guru.

Untuk diketahui, W yang berstatus menikah dan F seorang janda diinformasikan adalah pasangan selingkuh. Persitiwa itu sendiri bermula ketika, Polisi membekuk para tersangka dua hari lalu setelah menerima laporan masyarakat terkait beredar luasnya rekaman video pencabulan terhadap W dan F yang diduga sengaja direkam empat pemuda belia (Ahmad Afandi, masih buron) tersebut pada medio April 2010 lalu.

Dalam tayangan video berdurasi sekitar 10 menit terserbut, keempat tersangka dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai mengancam F dan W yang tengah beradu asmara di sekitar jembatan By Pass Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa agar melepas seluruh pakaian yang dikenakan.

Setelah keduanya bugil, salah seorang tersangka sempat mencabuli F dengan menggerayangi alat vital korban. Dalam tayangan tersebut terlihat jelas kedua korban dalam keadaan ketakutan bahkan F terlihat menangis sambil menjalankan perintah para tersangka untuk bugil.javascript:void(0)

Usai melakukan aksinya keempat tersangka juga menggasak perhiasan, uang dan HP yang di bawa korban. Tersangka juga meminta uang jutaan rupiah pada W dan F dengan ancaman akan menyebarkan rekaman video tersebut jika permintaan mereka tak dipenuhi. Namun aksi bejat para pemuda tanggung ini akhirnya tercium polisi, setelah rekaman pencabulan tersebut beredar luas di masyarakat.

Di tempat terpisah Kapolres Kolaka, AKBP Moch Rodjak Sulaeli, melalui Kapolsek Pomalaa, AKP Bagus Ikhwan mengatakan para tersangka saat ini dijerat pasal berlapis, 365 KUHP tentang pengancaman dan pasal 368 tentang pemerasan.

"Ketiganya sudah kami ringkus dan tersangka lain, Ahmad Afandi masih buron,'' terang Bagus Ikhwan. Sementara itu Sainal Abidin salah satu tersangka saat ditemui di Polsek Pomala mengaku, saat memergoki W dan F saat itu, keduanya sudah dalam keadaan setengah bugil. Siswa SMU ini bersama tiga rekannya itu pun lantas sepakat mengerjai pasangan selingkuh tersebut. (cr3)

Catatan: Berita dan foto di atas dikopi dari www.kendarinews.com

PT Antam Latih Komputer Aparat Desa


KOLAKA - Sedikitnya 40 perangkat desa dari tiga Kecamatan di Kolaka dan Konawe Utara dilatih mengoperasikan perangkat komputer. Kegiatan yang diprakarsai PT. Antam UBP Nikel Sultra tersebut digelar di Aula Pondok Kumoro, Pomalaa dan dibuka VP Finance, Herman.

Pelatihan komputer bagi perangkat desa merupakan wujud tanggungjawab sosial perusahaan khususunya dalam bidang teknologi informasi. Sehingga diharapkan kinerja pemerintah desa dapat lebih meningkat.

"Penguasaan teknologi informasi saat ini sangat penting dalam peningkatan pembangunan. Kita harapkan perangkat desa yang telah menerima pelatihan komputerisasi ini, bisa mengaplikasikan dalam mendukung kinerja pemerintahan,'' terang Herman.

Di tempat yang sama Camat Pomalaa yang wakili Sekretarisnya, Samin Samad menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan tersebut dan berharap agar pelatihan serupa menjadi agenda rutin PT. Antam. (cr3)


Sumber: www.kendarinews.com edisi 15 Juni 2010

Piala Adipura Kencana Diarak

KOLAKA - Piala Adipura kelima yang diraih Kabupaten Kolaka, kemarin akhirnya tiba di kendari. Penghargaan kencana itu dibawa langsung Bupati Kolaka, H. Buhari Matta didampingi Ketua DPRD, Parmin Dasir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yan Iswan serta sederet pejabat lainnya.

Setibanya di Bandara Haluoleo, penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup tersebut langsung diarak melintasi Kabupaten Konawe Selatan menuju Kolaka. Di terminal Larumbalangi Sabilambo, ratusan warga dan pejabat daerah menyambut piala kebanggaan masyarakat kolaka tersebut.

Buhari Matta pada kesempatan tersebut mengatakan, awalnya Pemkab Kolaka sempat pesimis akan mampu meraih piala Adipura untuk kelima kalinya itu. Pasalnya sejauh ini konsentrasi pembangunan yang dilakukan terpusat di pedesaan melalui program lanjutan bedah kecamatan tahun 2010.

"Apalagi obyek penilaian adipura kelima ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Namun kita bersyukur kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat baik sehingga instansi terkait tidak terlalu bekerja keras. Untuk itu Saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh masyarakat Kolaka," bangga Buhari.

Pasangan Amir Sahaka ini secara khusus menyampaikan penghargaan kepada 'Pasukan Kuning' yang menjadi ujung tombak kebersihan yang dengan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya.

"Semoga raihan Adipura yang kelima ini semakin memacu kita semua untuk terus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan," pungkas Buhari. (cr3)

Sumber: www.kendarinews.com edisi 10 Juni 2010

Calon Sekab Kolaka Belum Diusul

KOLAKA - Masa jabatan Sekab Kolaka, Andi Syahruddin akan berakhir bulan ini. Tapi nampaknya Pemkab Kolaka belum memikirkan calon penggantinya. Buktinya, sampai saat ini Pemprov Sultra mengaku belum menerima usulan calon Sekab yang akan dibahas tim Baperjakat untuk selanjutnya dilantik Gubernur.

Asisten III Setprov Sultra, Thamrin Patoro mengatakan tim Baperjakat Pemprov belum bisa bertugas karena tidak adanya usulan. " Belum ada Sekab baru, belum ada usulan dari Kolaka, jadi Baperjakat belum bekerja karena belum ada usulan," ulang Tharmin.

Bbelum diketahui pasti apal alasan Bupati Kolaka, Buhari Matta masih terus mempertahankan posisi Syahruddin. Sebagai catatan, masa kerja mantan Camat Kolaka itu sudah dua kali diperpanjang, masing-masing dua tahun. Itu berarti sudah empat tahun lamanya Syahruddin bekerja melewati batas pensiun normal.

Menurut Thamrin Patoro, sampai saat ini Syahruddin masih bertugas sebagai Sekab Kolaka karena belum memasuki masa pensiun perpanjangan jabatan.

"Kalau sudah pensiun, nanti Bupati mengusul ke Gubernur," terangnya. Sesuai aturan, diusulkan tiga nama pejabat yang akan diuji kelayakan dan kepatutan oleh tim Baperjakat. "Saya belum tahu berapa nama yang akan diusul nanti," tukas Thamrin. (cr2)

Sumber: www.kenarinews.com

Unjuk Rasa Petani Sawit Berakhir Ricuh

KOLAKA - Kesabaran ratusan pemilik lahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT. Damai Jaya Lestari, akhirnya tandas. Dalam aksi unjuk rasa di DPRD Kolaka kemarin, para pengklaim lahan mengamuk dengan membanting kursi di gedung parlemen tersebut.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas lambannya gerak pemerintah daerah dalam memediasi pembayaran bagi hasil penjualan minyak sawit oleh PT. DJL yang hingga kini belum sepeser pun diterima masyarakat. Kemarahan warga bertambah karena tidak satupun anggota dewan yang mau menerima aspirasi mereka.

"Kami datang ke sini mencari keadilan karena hingga kini bagi hasil penjualan sawit yang di janjikan akan dibayar bulan ini tidak juga teralisasi. Hak kami telah dirampok pihak perusahaan,'' teriak Amir Iskandar, salah seorang pemilik lahan.

Menurutnya pihak perusahaan telah berulang kali mengingkari janji pembayaran bagi hasil tanpa alasan jelas. Terakhir dalam rapat dengan pendapat akhir bulan lalu, pihak PT. DJL di hadapan dewan telah berjanji akan membayarkan hak pemilik lahan pada pertengahan bulan ini yang dibuktikan dengan surat pernyataan ditandatangani Wakil PT. DJL, Alex Axtalora.

Untuk meredam emosi warga, Ketua Komisi I DPRD Kolaka, Joni Samsudin akhirnya menerima aspirasi mereka. Joni berjanji akan kembali memanggil pihak perusahaan PT. DJL dan meminta kejelasan pembayaran bagi hasil itu.

''Jika PT. DJL menolak datang, maka DPRD akan meminta polisi memanggil paksa salah satu Direktur PT. DJL yakni Alex Axtalora yang saat itu telah bertandatangan untuk menyanggupi pembayaran hak pemilik lahan,'' ujarnya.

Sementara itu warga mengancam akan menyegel gedung DPRD Kolaka jika para wakil rakyat tersebut tidak meminta ketegasan pihak perusahaan untuk segera melakukan pembayaran bagi hasil. (cr3)

Sumber: www.kendarinews.com

Kamis, 13 Mei 2010

Inco Diminta Kembalikan 35.000 Ha Lahan Tambang


Sumber: Bisnis Indonesia edisi Senin, 10 Mei 2010

JAKARTA - PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) diminta segera mengembalikan sekitar 35.000 hektar (ha) lahan pertambangan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, dan Konawe Utara di Sulawesi Tenggara kepada negara.

Pasalnya, perusahaan tambang nikel tersebut dinilai telah melakukan wan prestasi, terutama menyangkut ketidakmampuan perusahaan menggarap areal lahan yang dikuasai dan tidak kunjung terealisasinya pembangunan pabrik nikel di Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengungkapkan Inco sudah beberapa kali melakukan wan prestasi dari sisi perjanjian Kontrak Karya (KK) perusahaan tersebut sehingga perpanjangan Izin KK (sekarang IUPK) tidak akan diberikan.

“Perusahaan itu [Inco] sudah beberapa kali melakukan wan prestasi dari sisi KK. Sudah cukup kuat bagi kita untuk meminta mereka segera mengakhiri saja atau mengembalikan lahan-lahan yang memang masih dalam penguasaan KK kepada negara,” katanya hari ini.

Dia mengatakan hingga kini perusahaan nikel tersebut tidak mampu mengelola lahan konsesi sesuai KK seluas 118.000 ha. Perusahaan tersebut hanya mampu mengelola lahan seluas 10.000 ha dalam waktu 30 tahun.

Selain itu, lanjutnya, hingga kini perusahaan tersebut tidak juga mampu merealisasikan komitmennya untuk membangun pabrik nikel di wilayah Sultra. Padahal, batas waktu yang diberikan sudah habis sejak 2005.

Menurut dia, Inco tidak akan mampu membangun pabrik berkapasitas besar seperti yang dijanjikan, mengingat KK perusahaan itu akan berakhir pada 2023 atau tinggal 13 tahun lagi.

Nur Alam mengatakan merujuk pengalaman beberapa industri skala besar lainnya, dibutuhkan waktu 3-4 tahun untuk pembangunan konstruksi.

“Efektifnya baru bisa beroperasi butuh waktu 5 tahun, sehingga hanya tersisa waktu 7 tahun bagi Inco. Apakah waktu 7 tahun itu bisa mengembalikan proses recovery investasi perusahaan? Apalagi harga nikel tidak stabil. Saya kira Pemerintah Indonesia sudah kapok dan terlalu bodoh, kalau kita selalu memberikan perpanjangan," tandasnya.(fh)

Selasa, 11 Mei 2010

Pasca Banjir, 5 Desa di Ladongi Masih Terisolir

Sumber: Kendari Pos edisi Selasa, 11 Mei 2010

KOLAKA - Ratusan korban banjir di tujuh desa dalam wilayah Kecamatan Ladongi dan Poli-poli mulai mendapatkan bantuan. Sejak kemarin, Dinas Sosial Kabupaten Kolaka langsung menyalurkan bantuan beras dan lauk, family kit dan selimut.

Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinsos Kolaka, Andi Malombasi mengatakan bantuan tersebut bersifat sementara untuk menanggulangi kebutuhan dasar para korban banjir.

"Masalah ini juga sudah kita laporkan ke Dinas Sosial Provinsi untuk mendapatkan perhatian," terangnya.

Sementara itu Camat Ladongi, Sabaruddin mengatakan, meski ketinggian air berangsur menyusut namun sedikitnya lima desa masih terisolir akibat putusnya jembatan di Dewa Wunggoloko. Lima desa yang terisolir tersebut antara lain Desa Lembah Subur, Dangia, Wande dan Pombioha.

"Kami meminta warga untuk tetap waspada akan kemungkinan banjir susulan mengingat hujan yang masih terus terjadi. Menyangkut bantuan yang diterima, sudah langsung kita salurkan terutama di desa terisolir," terang Sabaruddin.

Di tempat terpisah Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir yang ditemui kemarin meminta Pemkab segera membentuk tim lintas instansi terkait untuk menangani para korban banjir.

"Paling penting, agar jalur transportasi yang terputus diupayakan normal kembali, sehingga distribusi bantuan maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak terhambat," terang politisI PAN ini. (cr3/cok)